Senin, 28 November 2011

rintihan rasa rindu pada sahabat . part 2


12IPA1, biasa disebut "KIPAS(KELAS IPA SATU)"....

kata guru" kelas ini yang paling kompak dan paling hebat deh pokoknya, futsal aja jarang menang hehehe,, tapi kebersamaan nya itu lohh yang bikin merinding kalo inget canda tawa waktu dikelas, bikin air mata jatuh kalo inget segala tindakan yang autis" dan gak dilupakan. ada cinlok" ga jelas tapi lama" cinlok itu jadi kompleks dan menjadi satu kesatuan hehehe,, ada juga berantem" kecil yang ujung"nya pasti ketawa ketiwi kaya orang gila ...
berbagai karakter semua ada di sini, pokoknya udah kaya perkumpulan seluruh umat manusia deh, cuma ini versi kecilnya hihi. sekarang semuanya udah mencar", walaupun masih ada yang satu kampus, tapi kawan kita ada yang paling jauh dan gue percaya orang ini bakalan sukses nantinya, siapa lagi kalo ga bang FIERDAZ SABDA APRILIANDI, sory bang kalo namanya ada yang salah hehe, dia ini pernah ngomong sama gue pengen kuliah di UGM di jogjakarta, gue ssempet loh nganterin dia tes ke UGM hehe *norakbanget*.. dan alhasil, BINGOOOO , AMAAZZINNGG *kata si empur*, dia diterima di sana juga akhirnya pasti semua ngiri tuh sama dia , haha,,, itu cuma salah satu cerita calon orang sukses jebolan 12IPA1 , dan masih banyak lagi calon" orang sukses di sini contohnya gue dan semua anak" yang pernah duduk di bangku kelas ini dan belajar disini pasti sukses semua, inget ya kawan universitas bagus juga bukan satu"nya jalan menuju sukses walaupun universitas nya biasa" aja tapi gue yakin otak kalian itu canggih" kok, yang penting berusaha jadi yang terbaik dari yang terbaik jangan patah semangat, kalo butuh pemulihan jiwa *kaya di twitter aja*, silahkan datang dan berkonsultasi sama gue, itung" cari pengalaman sebagai psikolog hehehehe.. kalian semua THE BEST, gue gak akan lupa segala kebaikan" kalian yang udah kalian kasih sama gue, dari ngasih makanan kalo lagi istirahat sampe ngasihcontekan yang berharga banget buat gue,,, thanks a lot buat semuanya ya kawan" gue yang gue sayang hehehemmm.. semopga nanti kita ketemu dengan pakaian rapih dan punya gelar sarjana masing",, AMIN,,,,

hay kawan gue kangen loh sama kalian :))

salam cinta dari gue, KREEBOO *biasa anak" belakang manggil gue*
good luck everyone.......
maaf kalo ada yang gaenak dihati ya :))




Sabtu, 26 November 2011

rintihan rasa rindu pada sahabat








INGAT BUNG KITA SAHABAT..
                Sebuah perkenalan yang awalnya biasa saja dan ternyata membuahkan sebuah pertemanan yang sangat luar biasa, sangat dalam di hati hingga apapun sulit untuk melupakannya, perbedaan dan permasalahan sangat kental di dalam diri kita masing” , sedih rasanya bila memikirkan kembali masa dimana kita berjaya bung, masa di mana muda kita adalah emas, dengan segudang canda tawa benar saat itulah keadaannya, dengan segala keburukan dan kecacatan. tingkah laku kita selalu ingat hari-hari itu bung ingatlahhh… INGAT BUNG KITA SAHABAT, jangan lupakan dan saya rasa kalian takan pernah bisa melupakannya..

THE S.I.G.I.T


GENRE MUSIK NYA YANG SAMPAI SAAT INI  MASIH JADI ACUAN GUE DAN ENTAH SAMPAI KAPAN

Minggu, 20 November 2011

sangat mulia jasa mereka....


Itulah mereka “orang tua kita”

            Saat sperma dan ovum bertemu dan menjadi zigot setelah itu akan menjadi embrio, perlahan berubah bentuk menjadi segumpal daging dan lama kelamaan akan kompleks menjadi sebuah janin, dimana tangan , kaki, telinga, mulut dan yang lainnya sudah dapat terlihat, saat itu kita disebut calon manusia baru yang menempati isi bumi ini. Ketika kita keluar dari rahim ibu kita, saat itulah kita pertama memasuki dunia baru, dunia dimana kita harus bertahan hidup dan tumbuh. Kita menangis saat dilahirkan dan orang-orang disekitar kita tersenyum bahagia melihat kita. Kita ditimang, dimanja, seluruh kebutuhan kita diberikan, dan mereka ikhlas dan tidak sedikitpun memberikan tanggungan kepada kita, itulah mereka “orang tua kita”. Sedikit pun tidak ada rasa mengeluh dalam benak mereka, bahkan mereka rela sakit karena kita, kita adalah pangeran bagi mereka, raja dalam kehidupan mereka.


           Sering kali mereka menghela nafas, untuk sejenak istirahat dari kesibukan mengurus kita. Terkadang mereka tersenyum saat melihat perkembangan kita, dari mulai duduk , merangkak, berdiri, hingga berjalan. Tapi terkadang mereka menangis saat kita sakit, mereka marah saat kita nakal. Dan itulah mereka “orang tua kita”. Apapun mereka lakukan demi anak mereka yang mereka cintai dan sayangi. Saat kita beranjak dewasa, apakah kita menyadari semua itu?, kita tidak sadar alangkah hebatnya mereka, tidak sadar akan jerih payah mereka membesarkan kita, bahkan kita cenderung melawan mereka, membantah setiap nasihat baik yang mereka berikan kepada kita. Tapi apa yang mereka lakukan?, mereka hanya mengelus dada dan menitihkan air mata, mereka tak bisa berbuat apa-apa, karena kita adalah bagian dari hidup, bagian dari hati, paru-paru dan jantung mereka. Yang mereka inginkan dari kita hanya satu, melihat kita sukses dan berhasil dimasa depan, tidak lebih. Sebuah harapan dan perbuatan yang mulia dari mereka untuk kebaikan kita, itulah mereka “orang tua kita”.


           Semoga jasa-jasa besar yang luar biasa, yang telah mereka berikan kepada kita dapat balasan yang setimpal dari Yang Maha Kuasa. Kita harus membuat mereka tersenyum bahagia melihat keberhasilan kita, jangan sampai di akhir hayat mereka tak sedikit pun kita membuat mereka tersenyum bangga kepada kita.


           Tuhan, tolong muliakanlah mereka, orang tua kami, dihadapanMu. Jagalah mereka seperti mereka menjaga kami di waktu kecil, sayangi mereka, limpahkanlah rahmat dan rizki Mu kepada mereka. Jangan kau persulit hidup mereka, karena mereka sudah cukup sulit mengurus kami. Jauhkan mereka dari musibah. Hapuslah semua dosa mereka ya Tuhan. Jangan sampai mereka menangis lagi karena kami. Kami ingin berhasil untuk mereka ya Tuhan. Amin……

Sabtu, 12 November 2011

"manusia dan cinta kasih"

“MANUSIA dan CINTA KASIH”
      Manusia hidup diciptakan sebagai khalifah di muka bumi ini, untuk mengisi kehidupan yang ada di bumi. manusia sangat dianjurkan untuk memelihara dan mengelola bumi ini untuk kepentingan manusia itu sendiri, maka sangat disayangkan bila manusia yang ada di muka bumi ini tidak dapat menjaga dan melestarikan isi bumi ini dengan baik, karena manusia sangat bergantung dengan apa yang ada di bumi ini.

Cinta dan kasih manusia kepada lingkungan.
Sejak nenek moyang kita dulu, kita sebagai manusia sudah mengerti apa itu mencintai dan mengasihi, kalau untuk mencintai dan mengasihi bumi ini itu perlu pembelajaran sejak kecil, yang ditanamkan orang tua kepada anak-anak nya agar bisa mencintai dan mengasihi lingkungan, sebab jika tidak di biasakan sejak kecil untuk mencintai lingkungan, manusia itu tidak akan menghiraukan apa yang terjadi dengan lingkungan apalagi menjaga dan merawat nya, bukan tidak mungkin manusia itu malah merusak lingkungan yang dia tinggali sendiri, sehingga menimbulkan kerugian bagi dirinya sendiri dan manusia yang lainnya.
Cinta dan kasih manusia kepada manusia lainnya.
Berbeda dengan mencintai dan mengasihi lingkungan, untuk hal ini kita sudah diberikan mukjizat yang luar biasa oleh Sang pencipta, yang telah ditanamkan di diri kita masing-masing yaitu “hati”, cinta dan kasih itu asal nya dari hati, kita dipertemukan dengan seseorang yang kita cintai dan sayangi itu melalui hati kita yang terisi oleh cinta dan kasih yang sangat besar kepada orang tersebut, maka patutlah kita bersyukur atas nikmat yang di berikan oleh Allah SWT kepada kita. Jaga hati kita agar seseorang yang akan bertemu dengan kita itu juga terjaga hatinya.
Cinta dan kasih manusia kepada ALLAH SWT
Inilah puncak cinta dan kasih manusia , manusia yang beragama pasti punya Tuhan yang di agung-agungkannya, dan percaya akan keberadaan Tuhan.
cinta kasih kita kepada ALLAH SWT adalah wujud dari ke-taatan kita terhadapNya, cinta dan kasih kita kepada ALLAH SWT bisa kita tuangkan dalam bentuk apapun, diantaranya adalah berdoa, solat, melaksanakan apa yang diperintahNya dan apa yang dilarangNya, selalu ingat bahwa ALLAH SWT itu ada di sekitar kita dan mengawasi kita bahkan lebih dekat dari pada urat leher kita, jadi patutlah kita bersyukur padaNya karena telah menjaga kita dari apapun dan memberikan kita semua yang kita butuhkan dibumi.
Jadi, kita sebagai manusia itu tidak lepas dari cinta dan kasih, entah itu kepada lingkungan, kekasih, teman, saudara, orang tua, bahkan Allah SWT.


TAHYUDA DEWANTO
17511015

1PA04

Jumat, 28 Oktober 2011

KRITIK DAN SARAN UNTUK LAB INTERNET DASAR UNIVERSITAS GUNADARMA


SARANA DAN PRASARANA LAB PRAKTIKUM INTERNET UNIVERSITAS GUNADARMA
           
            Dengan adanya praktikum internet dasar ini, sangat membantu mahasiswa untuk mengetahui lebih dalam tentang internet, mulai dari sejarahnya sampai bagaimana cara menggunakan internet itu dengan baik dan benar, serta sebagai sarana pengetahuan tambahan yang lumayan penting bagi mahasiswa/i.
            Untuk sarana dan prasarana lab internet nya saya rasa masih kurang bagus, minimnya komputer  yang disediakan membuat pembelajaran jadi kurang nyaman dan kurang efektif untuk mahasiswa/i , selain minim fasilitas komputer, komputer  yang digunakan juga masih jauh dari harapan, sangat disayangkan untuk universitas yang berbasis komputer. memang praktikum ini hanya tiga kali tetapi alangkah baik nya jika fasilitas komputer yang ada itu lebih diperhatikan, sehingga tidak ada keluhan dari mahasiswa/i yang menggunakannya.
            Kelebihan dari lab komputer ini adalah koneksi internetnya yang saya rasa cukup cepat dan memudahkan dalam mengakses situs yang ada di dalam internet.
Saya rasa cukup kritik dan saran saya untuk lab internet dasar, semoga lebih diperhatikan lagi fasilitas yang ada dan semoga lebih baik lagi untuk kedepannya.

Jumat, 21 Oktober 2011

BAHASA INDONESIA ITU BERAGAM


Bahasa sebagai Jati Diri

            Jati diri—atau yang lazim juga disebut identitas—merupakan ciri khas yang menandai seseorang, sekelompok orang, atau suatu bangsa. Jika ciri khas itu menjadi milik bersama suatu bangsa, hal itu tentu menjadi penanda jati diri bangsa tersebut. Seperti halnya bangsa lain, bangsa Indonesia juga memiliki jati diri yang membedakannya dari bangsa yang lain di dunia. Jati diri itu sekaligus juga menunjukkan keberadaan bangsa Indonesia di antara bangsa lain. Salah satu simbol jati diri bangsa Indonesia itu adalah bahasa, dalam hal ini tentu bahasa Indonesia. Hal itu sejalan dengan semboyan yang selama ini kita kenal, yaitu “bahasa menunjukkan bangsa”.
            Setiap bahasa pada dasarnya merupakan simbol jati diri penuturnya, begitu pula halnya dengan bahasa Indonesia juga merupakan simbol jati diri bangsa. Oleh karena itu, bahasa Indonesia harus senantiasa kita jaga, kita lestarikan, dan secara terus-menerus harus kita bina dan kita kembangkan agar tetap dapat memenuhi fungsinya sebagai sarana komunikasi modern yang mampu membedakan bangsa kita dari bangsa-bangsa lain di dunia. Lebih-lebih dalam era global seperti sekarang ini, jati diri suatu bangsa menjadi suatu hal yang amat penting untuk dipertahankan agar bangsa kita tetap dapat menunjukkan keberadaannya di antara bangsa lain di dunia. Namun, bagaimana kondisi kebahasaan kita sebagai jati diri bangsa saat ini?
            Kalau kita lihat secara cermat, kondisi kebahasaan di Indonesia saat ini cukup memprihatinkan, terutama penggunaan bahasa Indonesia di tempat umum, seperti pada nama bangunan, pusat perbelanjaan, hotel dan restoran, serta kompleks perumahan, sudah mulai tergeser oleh bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Tempat yang seharusnya menggunakan bahasa Indonesia itu mulai banyak yang menggunakan bahasa yang tidak lagi menunjukkan jati diri keindonesiaan. Akibatnya, wajah Indonesia menjadi tampak asing di mata masyarakatnya sendiri. Kondisi seperti itu harus kita sikapi dengan bijak agar kita tidak menjadi asing di negeri sendiri.
            Di sisi lain, kita juga melihat sikap sebagian masyarakat yang tampaknya merasa lebih hebat, lebih bergengsi, jika dapat menyelipkan beberapa kata asing dalam berbahasa Indonesia, padahal kosakata asing yang digunakannya itu ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Misalnya, sebagian masyarakat lebih suka menggunakan kata di-follow up-i, di-pending, meeting, dan on the way. Padahal, kita memiliki kata ditindaklanjuti untuk di-follow up-i, kata ditunda untuk di-pending, pertemuan atau rapat untuk meeting, dan sedang di jalan untuk on the way, lalu mengapa kita harus menggunakan kata asing? Sikap yang tidak “menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia itu, harus kita kikis karena kita harus mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia sebagai simbol jati diri bangsa.
            Tidak seharusnya kita membiarkan bahasa Indonesia larut dalam arus komunikasi global yang menggunakan media bahasa asing seperti itu. Jika hal seperti itu kita biarkan, tidak tertutup kemungkinan jati diri keindonesiaan kita sebagai suatu bangsa pun akan pudar, bahkan tidak tertutup kemungkinan terancam larut dalam arus budaya global. Jika hal itu terjadi, jangankan berperan di tengah kehidupan global, menunjukkan jati diri keindonesiaan kita sebagai suatu bangsa pun kita tidak mampu. Kondisi seperti itu tentu tidak akan kita biarkan terjadi. Oleh karena itu, diperlukan berbagai upaya agar jati diri bangsa kita tetap hidup di antara bangsa lain di dunia. Dalam konteks kehidupan global seperti itu, bahasa Indonesia sesungguhnya selain merupakan jati diri bangsa, sekaligus juga merupakan simbol kedaulatan bangsa.
            Selain bahasa Indonesia, sastra Indonesia juga merupakan bagian dari simbol jati diri bangsa. Hal itu karena sastra pada dasarnya merupakan pencerminan, ekspresi, dan media pengungkap tata nilai, pengalaman, dan penghayatan masyarakat terhadap kehidupan sebagai suatu bangsa. Oleh karena itu, segala sesuatu yang terungkap dalam karya sastra Indonesia pada dasarnya juga merupakan pencerminan dari jati diri bangsa Indonesia.
            Jika sebagai suatu bangsa, salah satu simbol jati diri kita adalah bahasa dan sastra Indonesia; sebagai anggota suatu komunitas etnis di Indonesia, simbol jati diri kita adalah bahasa dan sastra daerah. Oleh karena itu, sebagai suatu simbol jati diri kedaerahan, bahasa dan sastra daerah juga harus kita jaga dan kita pelihara untuk menunjukkan jati diri dan kebanggaan kita sebagai anggota masyarakat daerah.
            Sebagai warga negara Indonesia, kita tidak boleh kehilangan jati diri kita sebagai suatu bangsa dan sebagai putra daerah, kita tidak boleh kehilangan jati diri kedaerahan kita agar kita tidak tercerabut dari akar budayanya. Sebagai putra daerah, kita tidak boleh kehilangan jati diri kedaerahannya, dan sebagai putra Indonesia, kita tidak boleh kehilangan jati diri kita sebagai suatu bangsa.
            Selain terungkap dalam simbol bahasa dan sastra, jati diri kita tercermin pula dari kekayaan seni budaya, adat istiadat atau tradisi, tata nilai, dan juga perilaku budaya masyarakat. Terkait dengan itu, Indonesia amat kaya akan keragaman seni budaya, adat istiadat atau tradisi, dan juga tata nilai dan perilaku budaya. Sebagai unsur kekayaan budaya bangsa, seni budaya, adat istiadat atau tradisi, tata nilai, dan perilaku budaya perlu dilestarikan dan dikembangkan sebagai simbol yang dapat mencerminkan jati diri bangsa, baik dalam kaitannya dengan jati diri lokal maupun jati diri nasional.
            Satu hal lagi yang dapat menjadi simbol jati diri adalah kearifan lokal. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki kearifan lokal yang merupakan pencerminan sikap, perilaku, dan tata nilai komunitas pendukungnya. Kearifan lokal itu dapat digali dari berbagai sumber yang hidup di masyarakat, yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi leluhurnya dalam bentuk pepatah, tembang, permainan, syair, kata bijak, dan berbagai bentuk lain. Kearifan lokal itu sarat nilai yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan masa kini yang dapat memperkuat kepribadian dan karakter masyarakat, serta sekaligus sebagai penyaring pengaruh budaya dari luar.
            Sebagai simbol jati diri bangsa, bahasa Indonesia harus terus dikembangkan agar tetap dapat memenuhi fungsinya sebagai sarana komunikasi yang modern dalam berbagai bidang kehidupan. Di samping itu, mutu penggunaannya pun harus terus ditingkatkan agar bahasa Indonesia dapat menjadi sarana komunikasi yang efektif dan efisien untuk berbagai keperluan. Upaya ke arah itu kini telah memperoleh landasan hukum yang kuat, yakni dengan telah disahkannya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Undang-undang tersebut merupakan amanat dari Pasal 36 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan sekaligus merupakan realisasi dari tekad para pemuda Indonesia sebagaimana diikrarkan dalam Sumpah Pemuda, tanggal 28 Oktober 1928, yakni menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia.
            Dalam menjalani kehidupan pada era global saat ini, jati diri lokal ataupun jati diri nasional tetap merupakan suatu hal yang amat penting untuk dipertahankan agar kita tetap dapat menunjukkan keberadaan kita sebagai suatu bangsa. Jati diri itu sama pentingnya dengan harga diri. Jika tanpa jati diri, berarti kita tidak memiliki harga diri. Atas dasar itu, agar menjadi suatu bangsa yang bermartabat, jati diri bangsa itu harus diperkuat, baik yang berupa bahasa dan sastra, seni budaya, adat istiadat, tata nilai, maupun perilaku budaya dan kearifan lokalnya.
            Untuk memperkuat jati diri itu, baik yang lokal maupun nasional, diperlukan peran serta berbagai pihak dan dukungan aturan serta sumber daya yang memadai. Peran serta masyarakat juga sangat diperlukan dalam memperkuat jati diri bangsa itu. Dengan jati diri yang kuat, bangsa kita akan makin bermartabat sehingga mampu berperan—bahkan juga bersaing—dalam kancah kehidupan global.***

Powered By Blogger